Daylight Saving Time

ditulis oleh:

Marpaleni
PHD Candidate in the School of the Environment, Flinders University, South Australia
Indonesia Endowment Fund for Education (LPDP-BPI) Scholarship Awardee Batch 22 (PK-22)

Dini hari tadi, penduduk Australia Selatan memajukan jam tangannya  satu jam lebih cepat. Secara resmi, penambahan waktu tersebut diberlakukan pada jam 02.00 pagi. Jadi, jam 2 dinihari tanggal 1 Oktober 2017, dimajukan menjadi jam 3 pagi.  Akibatnya, beda waktu antara Adelaide dan waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi lebih panjang. Jika pada bulan September lalu selisih waktu Adelaide – Palembang sekitar 2,5 jam, mulai hari ini selisihnya bertambah menjadi 3,5 jam. Waktu Adelaide yang lebih siang, atau lebih malam.

 picture source: https://www.canstockphoto.com/daylight-saving-time-dst-summer-t-19101178.html

Jika perubahan waktu pada jam tangan (sebagian besar) atau jam dinding dilakukan secara manual, beberapa penunjuk waktu pada perlengkapan eletronik akan berubah secara otomotais. Misalnya pada smartphones, komputer, tablet maupun jam tangan digital. Pada tanggal 1 Oktober 2017 pukul 02.00 dinihari tadi, pemilik dari perlengkapan tersebut dapat melihat bagaimana penunjuknya waktunya akan maju sejam lebih cepat secara otomatis. Dari jam 01.59 am, akan langsung menuju 03.00am.

Mengapa waktu perlu dimajukan? Karena, terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2017, Australia mulai memasuki masa Daylight Saving Time (DST).  Sebenarnya,  DST  tidak hanya berlaku di Australia. DST juga diterapkan di sebagian besar negara-negara yang berlokasi di belahan bumi utara dan selatan garis katulistiwa. Untuk wilayah Selatan contohnya adalah New Zealand dan negara-negara di bagian selatan Benua Amerika dan Afrika. Sementara di wilayah Utara, DST juga diterapkan di Negara-Negara Eropa dan Amerika. Di Inggris, istilah DST dikenal dengan nama Summer Time.  Dalam Bahasa Indonesia, bisa diterjemahkan sebagai Waktu Musim Panas (WMP).

Gagasan tentang DST pertamakali dicetuskan oleh Benyamin Franklin pada abad ke-18. Namun, secara resmi, DST baru mulai diterapkan tahun 1916, pada masa perang dunia I. Pelopornya adalah Jerman dan sekutunya. Negara-negara tersebut memberlakukan DST untuk menghemat penggunaan energi batubara. Di Australia sendiri, penerapan DST tidaklah serentak. Tasmania merupakan negara bagian yang paling awal dalam menerapkan DST secara permanen. Wilayah beribukota Hobart ini mengaplikasikan DST sejak tahun 1968. Sementara South Australia mengoperasikan DST secara permanen mulai tahun 1971.

Periode waktu DST antar negara  tidaklah sama. Namun, secara umum, DST dimulai pada musim semi (menjelang musim panas) dan berakhir pada musim gugur (mendekati musim dingin).  Tahun ini, DST di Australia berlangsung sejak tanggal 1 Oktober 2017 dan akan berakhir pada tanggal 1 April 2018. Sementara di New Zeland, DST sudah dimulai sejak tanggal 24 September lalu. Sebaliknya,  DST di negara-negara yang berlokasi di belahan utara dunia, saat ini sudah berakhir. Atau, segera akan  berakhir.  Di Inggris misalnya, DST atau biasa dikenal dengan istilah British Summer Time (BST), sudah dimulai sejak tanggal 26 Maret 2017. BST akan berakhir pada  tanggal 29 Oktober 2017.

 source: https://www.timeanddate.com/time/change/australia/adelaide

Pada akhir masa DST, waktu akan dikembalikan seperti semula.  Jika dini hari tadi, jam di Adelaide dimajukan satu jam kedepan, nanti, pada tanggal 1 April 2018 nanti, waktu di Adelaide akan dimundurkan satu jam kebelakang. Dari jam 3.00 dinihari, menjadi jam 02.00 dinihari.

Bingung mengingatnya? Gunakan saja jembatan keledai: Spring Forward – Fall back. Atau, musim semi dimajukan, musim gugur kembalikan. Kapan waktu tepatnya? Untuk Australia, DST dimulai pada hari minggu pertama di Bulan Oktober. DST akan berakhir pada hari minggu pertama di Bulan April.

Sebenarnya, tidak semua wilayah di Australia mengalami DST. Dan, tidak semua wilayah yang terkena DST mengalami penambahan waktu sebanyak “satu” jam. Wilayah-wilayah Australia yang tidak mengalami DST misalnya Darwin, Perth dan Brisbane. Sementara itu, di satu wilayah Australia, yaitu Lord Howe Island, saat DST dimulai, jam cukup dimajukan selama 30 menit saja.

source: https://www.timeanddate.com/time/zone/australia/lord-howe-island

Salah satu dampak dari pemberlakuan DST  adalah adanya  perubahan  zona waktu. Sebelum DST berlaku, Australia hanya memiliki tiga Zona Waktu.  Yaitu Australian Eastern Standard Time (AEST), Australian Central Standard Time (ACST) dan  Australian Western Standard Time (AWST) (lihat tabel 1). Ketika DST berlaku, zona waktu di Australia jadi bertambah. Menjadi lima bagian (lihat tabel 2). Zona waktu yang baru disebut sebagai Australian Eastern Daylight Time (AEDT) dan Australian Central Daylight Time (ACDT). AEDT berlaku di wilayah Sydney, Melbourne, Hobart dan Canberra. Sementara ACDT berlaku di Adelaide dan Broken Hill.

Tabel 1. Zona waktu di Australia sebelum DST

Zona Waktu

Negara Bagian Kota
Australian Eastern Standard Time (AEST)  (GMT +10). Queensland, New South Wales (except Broken Hill), Victoria, Tasmania, Australian Capital Territory Brisbane, Sydney, Melbourne, Hobart, Canberra
Australian Central Standard Time (ACST) (GMT +9.5). South Australia, Northern Territory and the town of Broken Hill in western New South Wales Adelaide, Darwin, Broken Hill
Australian Western Standard Time (AWST) (GMT +8). Western Australia Perth

GMT =  Greenwich Mean Time

Sumber: http://www.australia.gov.au/about-australia/facts-and-figures/time-zones-and-daylight-saving

Tabel 2. Zona waktu di Australia saat DST

Zona Waktu Negara Bagian Kota
Australian Eastern Standard Time (AEST) Queensland Brisbane
Australian Eastern Daylight Time (AEDT) (GMT +11). New South Wales (except Broken Hill), Victoria, Tasmania, Australian Capital Territory Sydney, Melbourne, Hobart, Canberra
Australian Central Daylight Time (ACDT) (GMT +10.5) South Australia and the town of Broken Hill in western New South Wales Adelaide, Broken Hill
Australian Central Standard Time (ACST) Northern Territory Darwin
Australian Western Standard Time (AWST) Western Australia Perth

 

http://www.australia.gov.au/about-australia/facts-and-figures/time-zones-and-daylight-saving

Secara umum, tujuan pemberlakuan DST sangat sederhana. Untuk membuat waktu siang menjadi lebih panjang. Sehingga, menjadi lebih bermanfaat. Dengan memajukan waktu satu jam lebih cepat, maka aktivitas sekolah atau bekerja pun dimulai lebih awal. Selesainya pun menjadi lebih cepat. Akibatnya, sisa waktu siang hari semakin panjang. Sisa waktu ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Untuk berolahraga misalnya, atau berbisnis, atau berkumpul bersama keluarga. Dan lain sebagainya.

Selain itu, DST juga berguna untuk mengurangi konsumsi energi. Terutama energi listrik. Memajukan jam lebih awal akan menyebabkan orang bangun lebih pagi. Akibatnya, mereka bisa lebih memanfaatkan pencahayaan alamiah dari sinar matahari dan lebih cepat mematikan penerangan listrik.

Selama berlangsungnya DST, waktu siang hari di Australia memang jauh lebih panjang dibandingkan siang saat winter. Bahkan, lebih panjang dibandingkan waktu siang hari di Indonesia. Hal ini karena, matahari terbit lebih cepat dan tenggelam lebih lambat. Selama musim panas (Desember – Februari),  matahari  mulai terbit sejak pukul 6 pagi dan tenggelam sekitar pukul 9 malam.  Waktu malam yang lebih pendek, memungkinkan orang-orang untuk mengurangi rentang waktu nyala dari penerangan listrik di rumah masing-masing.

Namun demikian, beberapa pendapat menyatakan bahwa DST tidak selamanya mampu mengurangi pengunaan energi listrik. Terutama di masa sekarang. Tidak perduli matahari sedang bersinar atau tenggelam, orang tetap memerlukan listrik untuk komputer,  menyalakan TV ataupun AC.

Ada juga yang menghubungkan DST dengan persoalan kesehatan. Perubahan jam karena DST, berarti mengubah pola tidur. Perubahan waktu tidur bisa meningkatkan resiko serangan jantung. Hasil penelitian dari beberapa cardiolog yang dipimpin oleh Amneet Sandhu, M.D dari the University of Denver Colorado menyebut bahwa jumlah kasus serangan jantung pada hari senin pertama DST meningkat sekitar 25 persen dibanding dengan hari senin lainnya.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2004 tersebut  memang belum bisa menunjukkan penyebab utama dari peningkatan kasus serangan jantung tersebut diatas. Namun, beberapa teori mulai menghubungkan peningkatan kasus serangan jantung dan DST.

Yah, demikianlah. Dimana pun itu, dan terkait apapun. Pro-kontra akan selalu ada.

 

 

References:

https://www.acc.org/about-acc/press-releases/2014/03/29/09/16/sandhu-daylight-saving

http://www.australia.gov.au/about-australia/facts-and-figures/time-zones-and-daylight-saving

https://www.timeanddate.com/time/zone/australia/lord-howe-island

https://www.timeanddate.com/time/change/australia/adelaide

https://www.canstockphoto.com/daylight-saving-time-dst-summer-t-19101178.html

Leave a Reply