Menyambut Bulan Penuh Hikmah di Negeri Jiran

Oleh : Abu Zidna

Bagi kami umat Muslim seluruh dunia, tentulah masa-masa sekarang ini adalah masa yang dinanti-nantikan karena sebentar lagi kami akan bertemu dengan salah satu bulan mulia yang tiada tandinganya, Bulang Suci Ramadhan. Alloh SWT dengan sangat jelas berfirman dalam salah satu suratnya yang menjelaskan akan keagungan bulan ini seperti yang terkandung dalam surat Al-Qadr bahwa dalam bulan Ramadhan itu ada satu malam yang kemuliaan malam itu lebih mulia daripada seribu bulan.

“Tarhib Ramadhan” merupakan istilah yang sering dipakai oleh kaum muslimin dalam menyambut bulan ini. Beberapa acara yang sering dilakukan antara lain zikiran, tahlilan, yasinan hingga mengadakan beberapa kegiatan kreatifitas yang tentunya bernafasakan islam. Dalam salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, “Barang siapa yang berbahagia akan datangnya bulang suci Ramadhan, makan Alloh mengharamkan jasadnya dimakan api Neraka (HR. Bukhari dan Muslim)”. Semoga kita termasuk orang golongan orang-orang yang akan melewati api neraka nantinya tanpa hisab. Amin ya rabb!

Alhamdulillah, hari ini, Masyarakat Islam Indonesia Australia Selatan (MIIAS) mengadakan kegiatan penyambutan bulan suci Ramdhan di salah satu sudut kampus Flinders University, yaitu OASIS – pusat kegiatan mahasiswa muslim dikampus tersebut. Kegiatannya dibagi menjadi dua bagian utama. Pertama dikhususkan untuk anak-anak dan kedua dikhususkan untuk persiapan spiritual orang dewasa dalam menyambut Ramadhan.

Untuk kategori pertama, kegiatannya berupa Lomba Adzan, Lomba Mewarnai, Lomba Fashion Show, dan Lomba Tahfidz. Dalam kegiatan tersebut anak-anak yang didampingi orantuanya terlihat begitu asyik, bersemangat dan senang mengikuti rangkaian kegiatan walaupun ada juga yang tiba-tiba urung tampil karena melihat orang banyak (gerogi, red.). Hikmah yang diharapkan dari acara tersebut tidak lain adalah mengenalkan mereka akan budaya-budaya islam sejak dini sehingga ketika dewasa nanti mereka akan menjadi anak atau generasi-generasi islami yang memahami kodratnya sebagai Muslim dan Muslimah. Sehingga dimanapun mereka berada, mereka tidak akan melupakan ajaran-ajaran agamanya.

Beberapa anak-anak yang mendapatkan juara terlihat luar biasanya senangya, khsusnya ketika mereka menerima hadiah dari penyelenggara acara. Sementara putri kami, Zidna Ilma Elmajid atau yang biasa kami panggil Zeezy (4 tahun jalan), ikut ambil bagian dalam Lomba Fashion Show. Alhamdulillah, walau ini merupakan momen pertama dia unjuk gigi didepan umum dan gayanya loncat-loncat, dia berhasil mendapatkan Juara II. It’s good start sweetheart, kayakx harus difasilitasi jadi Model Muslimah nantinya. Insyalloh.

Para peserta Lomba saat menerima hadiah dan foto bersama. (sumber: Dokumen Sekretariat MIIAS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan kedua yang tentunya tidak kalah penting adalah, kajian tentang Ramadhan. Kajian ini disampaikan oleh seorang Imam Masjid di salah satu sudut suburb Australia Selatan yang berasal dari Indonesia, yaitu Imam Hamzah. Mungkin beliau tidak asing lagi bagi para mahasiswa, baik yang masih berada di Adelaide ataupun yang sudah “Back for Good” alias pulang kampung ke Indonesia. Dengan nada suara yang khas (agak tinggi), beliau menguraikan hikmah-hikmah tentang kehidupan dan juga tentang Ramadhan tentunya. Salah satu ujaran beliau adalah bahwa pada bulan Ramadhan, Alloh SWT akan melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang melakukan kebaikan. Moderator kajian tarhib Ramadhan kali ini adalah Bapak Muhammad Khusaini, Salah seorang kandidat Doktor Pendidikan dari The University of Adelaide.

Tentunya banyak hal yang bisa kita ambil sebagai ilmu persiapan kita menyambut bulan suci Ramdhan tahun ini. Uraian lain beliau adalah kalau kita ingin nanti di akherat berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi didunia, maka tidak ada acara lain adalah kita harus menjadi saleh dan mensalehkan mereka. Bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan adalah waktu yang pas untuk meningkatkan kesalehan dan ketaqwaan kita kepada sang Khaliq, tentunya dengan tidak memandang remeh keutamaan-keutamaan bulan yang lain.

Ramadhan juga harus dijadikan sebagai sebuah sekolah untuk belajar akan kehidapan agama dan sosial kemasyarakatan. Penyambungan kehadirat Alloh SWT dan terhadap manusia haruslah menjadi perhatian kita yang pada akhirnya akan membentuk kita menjadi insan yang bermutu, sesuai kriteria Al-Qur’an dan Sunnah. Tidak ada kata besok untuk memulai perubahan dalam diri kita kearah yang lebih baik, kearah yang diberkahi dan diridloi oleh sang Maha Memberkahi dan Meridloi.

Puasa kali ini haruslah tidak menjadi kegiatan tahunan saja melainkan menjadi titik balik untuk terus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT sehingga diakhir Ramadhan nanti kita tergolong orang-orang yang Muttaqien, yaitu orang-orang yang faham dan sadar akan segala kewajiban ubudiyah kepada sang Khaliq. Harusnya, setelah kita berpuasa sebulan penuh lamanya, pelajaran selama puasa biasa aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satun contoh konkrit adalah kita menjadi manusia yang lebih peka terhadap lingkunga sekitar. Kita mulai memikirkan nasib orang-orang yang secara finasial lebih susah dari kita dengan bersadaqah dan berinfaq, tentunya Lillahi Ta’ala.

Sementara puasa kali ini merupakan puasa ketiga kali berturut-turut saya tidak bersama keluarga besar dimana pada tahun 2015 saya berpuasa sekaligus melaksanakan Shalat ‘Idul Fithri di kota Kembang, sementara puasa pada tahun 2016 saya kembali berpuasa dan shalat ‘idul Fithri jauh dari rumah, Adelaide – Australia Selatan. Dan kali inipun saya masih akan melaksanakan puasa dirantau, Negeri Jiran Australia. Namun yang berbeda puasa kali ini dari kedua puasa tadi adalah saat ini insyalloh saya akan menjalankan puasa bersama keluarga kecil saya, istri dan seorang putri tercinta kami yang beberapa bulan lalu datang dari tanah air. Tentunya suasananya akan sangat berbeda, akan ada yang menemani sahur dan berbuka. Insyalloh.

Semoga saya dan para pembaca bisa merengkuh nikmatnya puasa Ramadhan tahun ini, walau dengan pengalaman yang berbeda tentunya dan tidak termasuk golongan orang-orang berpuasa yang hanya mendapatkan rasa haus dan lapar saja sebagai mana hadits Nabi Muhammad SAW yang artinya “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan balasan apapun dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani). Amin ya rabbal alamin. Wallohu ‘Alam Bishawab. Marhaban Ya Ramadhan, Yaa Syahrusshiyam.

15 Mei 2017 M/18 Sya’ban 1438 H

Negeri Jiran Selatan, Adelaide.

 

Leave a Reply