Tips dan Triks Menghadapi Pertanyaan Jebakan dalam Wawancara Seleksi Beasiswa LPDP

Oleh Felix Degei*                     

Dalam proses melamar Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan, setidaknya ada empat tahapan seleksi. Keempat tahapan tersebut antara lain; 1). Pengumpulan berkas; 2). Pengecekan berkas dan tes tertulis; 3). Wawancara; dan 4). Diskusi kelompok yang disaksikan langsung oleh tim seleksi (Leaderless Group Discussion). Namun demikian, tulisan ini akan lebih fokus pada tahapan ketiga yakni wawancara.

Pada tahapan wawancara untuk Beasiswa LPDP setiap pelamar akan bertemu dengan tiga pewawancara. Ketiga tim seleksi tersebut biasanya adalah gabungan masing-masing satu orang dari LPDP sendiri, Pihak Akademisi dan Psikolog. Sehingga ketiga orang inilah yang akan bertanya banyak dalam proses seleksi tersebut. Termasuk berbagai jenis pertanyaan yang sifatnya menjebak.

Oleh karena itu, pada bagian selanjutnya akan dibahas secara terperici dalam dua bagian besar yakni tips dan triks agar pelamar tidak terjebak. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena setiap tutur kata dan gerak-gerik pelamar dalam menjawab semua pertanyaan akan direkam dan dianalisis oleh Sang Psikolog. Sehingga rasa percaya diri (self confident) dan keberuntutan (consistent) Anda dalam menanggapi setiap pertanyaan sangatlah dibutuhkan.

Pertama: Apa saja Tips yang Dibutuhkan?

Dalam pembahasan ini, tips diibaratkan dengan bekal atau persiapan yang harus dimiliki oleh setiap pelamar. Pertama-tama pastikan bahwa Anda memiliki catatan prestasi akademik ataupun ketrampilan yang baik dan unggul. Hal ini berarti bahwa setidaknya Anda telah lulus dengan predikat minimal sesuai standar yang diminta oleh LPDP yakni Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3.0 untuk umum atau 2.75 untuk Afirmasi dari Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). Selain itu, Anda juga harus memiliki prestasi non-akademik seperti bukti terima piagam penghargaan atau medali yang menandakan bahwa Anda adalah unggulan.

Selain itu, Anda juga harus punya bekal kemampuan Bahasa Inggris yang baik dibuktikan dengan minimal sertifikat ikut kursus ataupun langsung dengan Skor TOEFL iBT minimal 550 untuk umum atau  450 untuk dari Afirmasi Daerah 3 T ataupun IELTS minimal 6.5 umum dan 5.0 untuk dari Afirmasi Daerah 3 T. Hal ini penting, meskipun khusus untuk mereka yang lamar dari Jalur Afirmasi biasanya ada kegiatan Persiapan Bahasa (PB) yang dibiayai langsung oleh LPDP.

Baik yang baru lulus (fresh graduated) ataupun yang sudah lama kerja lalu mau lamar, Anda harus pastikan bahwa jurusan yang hendak diambil memiliki hubungannya dengan latar belakang pendidikan ataupun pekerjaan yang Anda tekuni sebelumnya. Hal ini sangat penting karena siapapun donatur beasiswanya termasuk LPDP mereka mau membiayai pelamar yang jelas kontribusinya sebelum dan atau setelah selesai pendidikan nanti.

Hal lain yang patut dipersiapkan sebelum memilih jurusan dan universitas adalah rencana proposal penelitian Anda sebagai tulisan untuk tugas akhir. Entah itu Tesis untuk Magister ataupun Disertasi untuk Doktoral. Terlebih khusus tentang relevansi pendidikan Anda dengan dampak positif dari hasil penelitian Anda kelak. Dengan demikian pewawancara juga akan mempertimbangkan hal tersebut sebagai bukti potensi kontribusi nyata Anda untuk Indonesia kelak.

Akhirnya sebelum Anda memutuskan untuk lanjut di perguruan tinggi baik Dalam Negeri (DN) maupun Luar Negeri (LN), Anda harus pastikan reputasi atau nama baik dari jurusan maupun institusi tersebut. Terlebih khusus tentang akreditasi baik tingkat nasional, regional maupun internasional. Hal ini penting karena ia akan memberikan bobot tersendiri untuk Anda dalam proses seleksi di mata para pewawancara.

Jadi intinya ada lima hal yang harus menjadi bekal (tips) bagi para pelamar Beasiswa LPDP sebelum mengikuti sesi wawancara. Pertama, Prestasi di bidang akademik maupun non-akademik harus baik; Kedua, Memiliki dasar ketrampilan Bahasa Inggris yang baik; Ketiga, relevansi antara latarbelakang pendidikan ataupun pekerjaan sebelumnya dengan jurusan yang hendak diambil harus jelas; Keempat,  persiapan proposal penelitian yang jelas sebagai tugas akhir serta kontribusinya untuk Indonesia kelak; dan Kelima, harus memiliki informasi yang cukup mengenai status jurusan dan peguruan tinggi yang hendak dipilih. Dengan demikian, Anda akan bisa mempertanggungjawabkan apapun jenis pertanyaan dari pewawancara.

Kedua: Apa saja Triks yang dibutuhkan?

Kendatipun kita memiliki bekal persiapan (tips) yang baik dan matang, namun tidaklah mampan jika tidak dibarengi dengan ketrampilan berkomunikasi yang baik (good communication skills). Sehingga dalam pembahasan ini ketrampilan tersebut dipahami sebagai triks yang harus dimiliki oleh setiap pelamar Beasiswa LPDP.

Sehingga di sini setidaknya ada dua aspek (triks) yang harus menjadi panutan dalam menanggapi setiap pertanyaan dari pewawancara. Pertama; Anda harus menanggapi semua pertanyaan dengan memberikan informasi secara tepat dan apa adanya (realistis) tapi harus secara tegas dan lugas (elegant); dan Kedua; Semua informasi yang Anda akan berikan harus beruntutan dan tidak bertele-tele. (consistent).

Dalam proses wawancara Anda akan diintegrosi dengan berbagai jenis pertanyaan hingga yang sifatnya jebakan. Hal yang terpenting adalah jangan panik dan percaya diri bahwa Anda adalah pribadi yang sangat layak untuk diterima jadi penerima Beasiswa LPDP. Caranya bagaimana? Menjawab semua pertanyaan sesuai data dan informasi yang Anda punya (realistis) dengan singkat dan jelas tapi beruntutan (consistent). Hal ini sangat penting karena ketiga pewawancara boleh saja menanyakan tentang hal yang sama tapi dengan model pertanyaan yang berbeda-beda.

Alasan memilih jurusan dan perguruan tinggi serta tempat belajar apakah di luar negeri atau dalam negeri juga selalu menjadi fokus diskusi dari pewawancara. Selain rencana penelitian Anda sebagai tugas akhir dari studi. Sehingga Anda harus siap untuk memberikan jawaban yang meyakinkan. Terlebih dengan mengacuh pada peringkat akreditasi dan spesifik keunggulan dari jurusan dan universitas yang Anda pilih. Serta relevansi mata kuliah dan penelitian yang Anda akan lakukan dengan kontribusi nyata ketika pulang ke Indonesia.

Jadi pada bagian triks ini intinya adalah jangan panik, menjawab semua pertanyaan sesuai informasi yang Anda punya dan jangan terlalu bertele-tele. Serta harus ada hubungan yang jelas atau benang merah dengan penjelasan detail Anda mulai dari latar belakang pendidikan atau pekerjaan Anda, alasan memilih jurusan dan perguruan tinggi, ilmu yang ingin dipelajari hingga kontribusi nyata ketika pulang ke Indonesia. Dengan demikian pasti Anda akan dipertimbangkan sebagai salah seorang kandidat penerima Beasiswa Bergensi di Indonesia itu yakni LPDP.

Indonesia Aku Pasti Mengabdi!

Penulis Adalah Awardee Beasiswa LPDP PK-69 Balin Bahari yang sedang Kuliah Pada Program Master of Education di The University of Adelaide Australia Selatan.     

 

 

 

2 Replies to “Tips dan Triks Menghadapi Pertanyaan Jebakan dalam Wawancara Seleksi Beasiswa LPDP”

Leave a Reply