TIPS LENGKAP: Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP

Bismillahirrahmanirrahim

Hi, scholarship hunter!

Kali ini saya ingin sharing pengalaman saya dalam mendapatkan beasiswa LPDP. Alhamdulillah, Allah izinkan saya untuk memperoleh beasiswa ini setelah melalui proses suka-duka tawa-tangis yang panjang (lebay). Saya sudah berniat kalo saya bisa lolos beasiswa ini, saya ingin berbagi pengalaman pribadi saya selama mempersiapkannya karena saya sendiri pun sebelum apply sering blogwalking dan ngerasain banget manfaatnya.

Sekilas tentang LPDP, beasiswa ini merupakan beasiswa yang disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dibawah Kementerian Keuangan.

Okee, langsung aja ya. Untuk teman-teman yang ingin tau lebih jauh tentang beasiswa LPDP bisa langsung ke websitenya http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/, disitu lengkap banget penjelasannya.

Alur Pendaftaran

Banyak yang bertanya ke saya bagaimana alur yang saya lewati hingga bisa mendapatkan beasiswa ini. Menurut pengamatan dan pengalaman saya, secara umum ada dua model alur pendaftaran yang biasa para peraih beasiswa (awardee) luar negeri tempuh untuk memperoleh beasiswa LPDP. Oh ya, sebagai catatan, ini hanya pengamatan versi saya (sebagai pendaftar jalur reguler dengan tujuan ke negara berbahasa inggris), tentu akan berbeda jika teman-teman mendaftar jalur afirmasi atau ke negara tujuan yang berbeda.

Model 1:

Daftar menggunakan IELTS – Punya LoA unconditional – Daftar LPDP – Seleksi Administratif – Seleksi Substantif  (LGD, Essay on The Spot, Wawancara) – Dinyatakan LULUS – Persiapan Keberangkatan (PK)

Model 2:

Daftar menggunakan TOEFL ITP – Punya LoA conditional (opsional) – Daftar LPDP – Seleksi Administratif – Seleksi Substantif  (LGD, Essay on The Spot, Wawancara) – Dinyatakan LULUS – Dapatkan IELTS – Dapatkan LoA unconditional – Persiapan Keberangkatan (PK)

Saya sendiri menempuh alur model 1, jadi setelah dinyatakan lulus saya tidak lagi mengurus IELTS dan pencarian universitas. Tinggal menunggu jadwal PK, urus visa dll, kemudian berangkat (but honestly, sebelumnya saya membutuhkan waktu hampir 8 bulan untuk mendapatkan skor IELTS sesuai standar LPDP dan universitas. Insya Allah kalau ada waktu saya akan sharing pengalaman saya menjadi pejuang IELTS yang pada saat itu hanya memiliki skor TOEFL dibawah 500).

[Update: Pada booklet panduan tahun 2017 ternyata pendaftar yang ingin ke luar negeri tidak bisa menggunakan TOEFL ITP lagi. Silahkan lihat ketentuan lebih jelasnya pada link yang nanti akan dicantumkan di bawah.]

Tahapan

Nah, di tulisan kali ini saya akan fokus pada pembahasan mengenai seleksi administrasi. Perlu diperhatikan bahwa apa yang saya paparkan disini merupakan pengalaman pribadi saya. Saya mendaftar jalur BPI (reguler) pada batch 3 tahun 2016 untuk program Master Luar Negeri. Beberapa awardee pasti memiliki pengalaman yang berbeda dan silahkan blogwalking supaya teman-teman bisa memahami dari berbagai sudut pandang.

Ini dia tahapan yang saya lakukan ketika mengikuti seleksi administrasi beasiswa LPDP:

  1. Memilih dan menentukan jurusan dan universitas tujuan

Menurut saya menentukan jurusan dan universitas tujuan di awal sangatlah penting. Jangan sampai kita input nama universitas tujuan atas dasar coba-coba-aja-siapa-tau-lulus (tanpa punya LoA). Kalopun belum punya LoA seenggaknya kita udah cari info tentang jurusan di universitas tersebut, apa aja persyaratannya, kira-kira kita bisa memenuhi persyaratannya atau nggak. Karena nantinya ini akan belanjut ke tahap-tahap selanjutnya. LPDP juga memberikan batas waktu jika dalam waktu 1 tahun setelah SK keluar kita belum bisa masuk di universitas tujuan, beasiswa kita akan dibatalkan. Kan sedih…hiks. Tapi sebenernya, dalam perjalanan nanti bisa aja kita pindah ke universitas yang berbeda pada saat mendaftar. Tapi ya.. itu, agak ribet kayaknya prosedurnya (dasar saya anaknya emang males ribet). So, tentukanlah dari sekarang teman-teman mau lanjut di jurusan apa dan universitas mana.

  1. Mengenal lebih jauh apa itu beasiswa LPDP

Sebelum apply, saya meluangkan waktu khusus untuk mempelajari apa itu beasiswa LPDP. Saya baca seluruh informasi terkait beasiswa LPDP langsung di websitenya, and most importantly booklet beasiswa LPDP yang dapat di download di sini.

Tidak hanya membaca penjelasan tentang beasiswa tersebut, saya juga mencatat apa saja berkas yang harus saya siapkan. Ini sangat berguna karna akan menjadi reminder agar saya segera mempersiapkannya. Misal: membuat essay atau menyiapkan dokumen-dokumen apa saja yang harus segera saya scan.

Saya juga membaca bagian FAQ (Frequently Asked Question) sehingga beberapa pertanyaan yang masih mengganjal di kepala bisa terjawab. Btw, poin kedua ini gak kalah pentingnya karna saya suka sedih (mau bilang sebel gak tega) kalo liat orang yang suka nanya “Syarat beasiswa LPDP apa aja sih? Kalo untuk s1 ada gak ya? Kalo saya belum punya LoA boleh daftar gak? Bedanya jalur reguler sama afirmasi apa sih?”. Bukannya apa, semua jawaban dari pertanyaan tersebut ada di websitenya LPDP. Jadi, budayakan membaca ya. Jangan sampai pertanyaan yang kita tanya menunjukkan kalo kita belum do research mengenai beasiswa ini.

  1. Mencatat tanggal penting

Setelah mengetahui semua tentang beasiswa LPDP, saatnya mencatat tanggal-tanggal penting! Karna LPDP membuka pendaftaran sepanjang tahun (1 tahun ada 4 batch), jadi saya harus lihat tanggal berapa sekarang dan saya bisa daftar di batch berapa. [Update: Untuk tahun 2017, saya baru lihat sekilas di booklet panduan terbaru bahwa untuk tahun ini hanya dibuka 2 kali dan proses seleksi dalam dan luar negeri dipisah.] Dari proses pencatatan tersebut, saya bisa menentukan deadline kapan saya harus ke rumah sakit untuk check up kesehatan, tes urine, dan rontgen, menyiapkan berkas, meminta surat rekomendasi, dan menulis essay. Ingat, persiapkan jauh-jauh hari. Jangan menunda sampai mendekati deadline karena it really takes time to prepare all those things. Dan kita harus persiapkan yang terbaik, kan?

  1. Membuat akun, mendaftar online dan melengkapi profil diri

Nah, ini sama seperti saat kita mau buat akun di sosmed. Gampang dan simple kok, cukup akses link yang sama saat download booklet:  http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/.

Setelah masuk, akan ada kolom log in (bagi yang sudah membuat akun) dan beberapa tautan untuk download user manual dan booklet (download dan pelajari user manual). Pada user manual akan dijelaskan sejelas-jelasnya mengenai tata cara pendaftaran online lengkap disertai gambarnya.

Perlu teman-teman ketahui bahwa kita tidak harus mengisi semua kelengkapan data dalam satu hari (karna itu banyak banget, seriously). Selama kita belum klik tombol submit, kita masih bisa mengedit data di akun kita.

Setelah memahami user manual, saya mulai megisi dan melengkapi data-data yang harus dimasukkan. Saya pernah baca di salah satu blog awardee yang mengatakan bahwa jangan sampai membiarkan kolom yang telah disediakan kosong kecuali jika kita memang benar-benar tidak bisa memenuhinya, karena bagian terpenting dalam seleksi administrasi adalah profil dari pelamar beasiswa tersebut.

Jadi, tidak masalah bila teman-teman mau memasukkan pengalaman dari SD (jika ada), tapi saya kemarin cuma dari SMP dan memilih beberapa yang menurut saya penting saja. Inilah ajang bagi kita untuk memaparkan apa saja pengalaman organisasi, bekerja, penghargaan, prestasi, karya ilmiah, dll yang kita miliki. Pastikan juga informasi yang kita berikan benar adanya (bukan mengada-ada) dan dapat dibuktikan dengan foto, sertifikat atau dokumen lainnya jika nanti diminta pada saat wawancara.

  1. Menulis essay

LPDP mensyaratkan 3 buah essay untuk di submit pada akun pendaftaran pelamar beasiswa, yaitu:

– Sukses Terbesar dalam Hidupku

– Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya

– Rencana Studi

Masing-masing essay memiliki ketentuan masing-masing seperti jumlah kata, poin apa saja yang harus dimasukkan dan sebagainya yang dapat dilihat pada Booklet Panduan Pendaftaran.

Untuk essay pertama dan kedua, buatlah semenarik mungkin. Sebelum saya mendaftar LPDP, teman saya di Pare yang sudah lebih dulu menjadi awardee memberi saran kepada saya, “Putri, nanti kamu bikin essaynya angkat sesuatu yang unik ya. Misalnya untuk essay sukses terbesar kamu gak mesti cerita ketika kamu bisa lulus dengan nilai yang baik because many people do that. Kamu bisa angkat hal lain yang mungkin orang lain jarang menceritakannya. Dulu saya menceritakan kesuksesan saya sebelum kuliah.” Teman saya yang satunya pun mengiyakan, ia dulu bercerita tentang pengalamannya mengajari anak-anak di desanya.

Jadi, dibutuhkan waktu lumayan lama untuk membuat essay-essay ini karna saya harus mempertimbangkan apa saja yang akan saya highlight disana. Saya memikirkannya pada saat di jalan sambil mengendarai motor, saat sebelum tidur ataupun saat di toilet hehehe. Nah, setelah mengetahui hal apa saja yang akan saya tulis, saya buat poin-poin tersebut dan mengembangkannya menjadi sebuah essay.

Saran dari saya, kalo bisa masukkanlah beberapa poin yang berkaitan dengan studi lanjut kita. Karena saya memilih bidang entrepreneursip, jadi pada essay sukses terbesar dan kontribusi saya meng-highlight tentang kegiatan entrepreneurship yang telah saya lakukan. Hal ini menunjukkan bahwa kita memang tertarik dan telah berkontribusi pada bidang tersebut sehingga alasan kita untuk lanjut pada bidang tersebut sangatlah kuat.

Kalo untuk rencana studi yang saya buat, sebagian besar informasi saya dapatkan dari website universitas tujuan saya. Setelah itu saya menyebutkan beberapa poin yang harus dituliskan seperti topik apa yang akan diambil dalam penulisan tesis dan kegiatan di luar kampus.

Ketika sudah selesai menulis essay, mintalah seseorang yang teman-teman percayai sebagai reviewer essay kita. Pertama-tama saya minta tolong senior di kampus saya yang merupakan alumni kursus grammar paling “sangar” di Pare untuk memeriksa tata bahasa penulisan essay saya (thanks Bang Iriz, maaf sudah merepotkan di waktu tengah malam). Setelah itu saya minta tolong teman Ibu saya yang pernah mendapatkan beasiswa master dan doktoral di luar negeri untuk memeriksa kontennya. Saya banyak bangeeeet belajar dari beliau bagaimana mebuat essay yang sebenarnya biasa aja menjadi such an impressive one. Beliau juga yang membimbing saya ketika saya akan menghadapi tes wawancara. Terima kasih banyak, Om Ardi!

Oh ya, saya juga sangat menyarankan kepada teman-teman yang akan mendaftar keluar negeri untuk menulis essaynya dalam bahasa inggris. Memang, dalam buku panduan tidak ada keterangan bahasa yang digunakan dalam penulisan essay. Tetapi dengan kita menulis dalam bahasa inggris kita akan mempunyai nilai tambah dan itu juga menunjukkan bahwa kita siap untuk belajar di luar negeri.

Sedikit cerita pada saat seleksi wawancara, ada salah satu peserta yang bercerita bahwa ia ditanya oleh interviewernya mengapa ia tidak menulis essay dalam bahasa inggris. Ia pun menjawab karena tidak ada keterangan yang mengharuskan pelamar untuk menulis essay dalam bahasa inggris. Namun interviewer tersebut malah menyerangnya balik dengan berkata bahwa harusnya ia tetap menulis dalam bahasa inggris karena ingin kuliah di luar negeri harus terbiasa menulis dalam bahasa inggris.

Dan yang paling penting… jangan pernah sekali-kali untuk melakukan plagiat dari essay orang lain!! Jika sampai ketauan kemungkinan besar kita akan gugur atau bahkan di blacklist oleh pihak LPDP. Jadikan essay dari para awardee sebagai gambaran saja, karna setiap orang punya kisah dan gaya penulisan masing-masing. Btw, thanks to Kak Ayu dan Bang Dino yang udah mau share essaynya.

  1. Unggah dokumen dan submit

Setelah mengisi semua kolom yang disediakan, saatnya untuk mengunggah dokumen pendukung seperti ijazah, transkrip nilai, surat pernyataan, sertifikat bahasa, dll. Perlu diperatikan bahwa jangan pernah berniat untuk memalsukan dokumen karena akan berakibat fatal. Nantinya, dokumen yang kita upload akan diminta aslinya pada saat seleksi substantif dan akan diverivikasi. Perhatikan juga ketentuan file yang di upload seperti format dan size maksimumnya.

Isi kelengkapan semua data.. sudah, upload dokumen.. sudah, berarti tinggal klik submit!

Eh, tapi tunggu dulu. Sebelum klik submit, pastikan bahwa kita sudah benar-benar yakin kalo kita udah melengkapi semuanya tanpa ada satupun yang terlewatkan karena jika sudah submit kita tidak bisa mengeditnya lagi.

Tips dari saya, coba download formulir peserta yang ada di laman status. Dari situ, kita bisa baca dan mengecek dengan mudah jika ada yang salah atau terlewatkan. Tandai bila ada yang ingin dirubah, dan segera di update pada akun kita.

Setelah itu, cek kembali dokumen yang kita unggah apakah sudah benar dengan cara downoad satu per satu. Agak ribet sih, tapi saya lakukan itu untuk memastikan bahwa saya gak salah upload dokumen.

Cek..cek..cek.. jika sudah benar-benar yakin, baca bismillah klik tombol submit.

  1. Terakhir: Dekati Yang Punya Beasiswa

Khusus bagian ini saya share untuk teman-teman yang muslim ya. Bismillah, kita sudah ikhtiar dan melakukan yang terbaik. Banyakin doanya, minta doa juga ke banyak orang karna kita gak pernah tau dari mulut siapa doa itu diijabah. Yang paling penting doa ibu! Bener deh, doa dari ibu itu insya Allah melangit. Minta ridhonya, luruskan niat kita kenapa kita mau lanjut sekolah, kencengin ibadah sunnahnya, perbanyak juga sedekahnya. Insya Allah kalo emang itu rejeki kita adaa aja kemudahan yang diberikan.

Baiklah, sekian dulu tulisan saya hari ini. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Semoga lolos seleksi administrasi dan boleh lanjut baca pengalaman saya di seleksi substansi (kalo udah di publish).

Jika memiliki pertanyaan yang lebih detil coba hubungi CSO LPDP via email atau telepon. Selama proses pendaftaran saya ada dua kali mengirim email ke CSO dan responnya cepet banget. Lebih cepet daripada cs onlineshop yang followersnya ribuan.

Mendaftar beasiswa memang membutuhkan proses yang panjang. Dibutuhkan niat dan tekad yang kuat karna kalo niatnya cuma setengah-setengah akan berhenti di tengah jalan. Tetap jaga dan pelihara semangatnya, good luck!

Berbagi kebaikan dengan share tulisan ini jika kamu merasakan manfaatnya J

P.s.: Don’t hesitate if you have questions please kindly email me at: aleefahputri@yahoo.com.

 

Alifah Nurrahmani Putri

Awardee LPDP PK 82

 

Tulisan dapat juga dilihat disini

2 Replies to “TIPS LENGKAP: Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP”

  1. Terimakasih atas tulisannya, semoga membantu bagi teman2 yang ingin mendapatkan beasiswa LPDP juga. Saya cuma mau menambahkan untuk point 7 : saya awardee LPDP S3 non-muslim di luar negeri, yang berhasil mendapatkan beasiswanya…. Jadi untuk calon pendaftar yang non-Muslim, don’t be discouraged! You can do it too 🙂

    – awardee LPDP

Leave a Reply