Akomodasi Mahasiswa di Adelaide

Bagi pelajar mancanegara yang akan kuliah di Adelaide sebagaimana juga di state lain, mencari akomodasi yang tepat tentunya akan menjadi pengalaman tersendiri. Selain cara mencarinya sedikit banyak berbeda dengan di Indonesia, boleh jadi ada banyak aturan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan di mana akan tinggal selama studi.

Di tulisan kali ini saya berbagi pengalaman dan sedikit pengetahuan seputar akomodasi di Adelaide. Boleh jadi ini tidak memenuhi kebutuhan informasi atau tidak mewakili preferensi pembaca, namun setidaknya pengalaman ini bisa menjadi rujukan sebelum memutuskan penyewaan akomodasi. Karena ini pengalaman pribadi, jadi sifatnya lebih kepada sebagai bahan pembanding.

1.      Pilihan akomodasi di Adelaide untuk pelajar

Secara garis besar, ada dua pilihan mode tempat tinggal yang mayoritas mahasiswa mancanegara sewa di sini yakni property dan room. Property ini banyak ragamnya: unit/apartment/flat dan house/townhouse. Dari dua pilihan yang ada ini, biasanya mereka dipilih berdasarkan apakah si calon penyewa hijrah sendiri atau ditemani keluarga. Tentu saja ini tidak mewakili semua, namun secara mayoritas, pemilihan ini cenderung di dasarkan pada faktor di atas.

Secara garis besar ragam-ragam property di atas pada dasarnya sama. Perbedaan yang signifikan bisa dibilang terletak di ukuran dan harga sewanya. Di dalamnya setidaknya ada kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga yang biasanya punya beberapa fungsi lain seperti ruang tamu atau tempat bermain anak. Juga, di dalamnya ada perabot dan fasilitas lain yang menunjang kenyamanan penghuninya.

Semantara itu, room, sebagaimana namanya merujuk ke kamar (tunggal) yang menampung satu orang. Biasanya, untuk menyiasati biaya sewa yang mahal, pelajar patungan menyewa unit/apartemen atau house/townhouse. Jadi, statusnya share. Sewa totalnya kemudian dibagi perorang sehingga biaya yang dikeluarkan setiap individu lebih murah secara signifikan. Jika hijrah sendiri, pilihan ini menjadi ideal bagi yang ingin menghemat biaya hidup. Rent biasanya dibayarkan fortnightly (setiap dua pekan). Ada beberapa situs pencarian akomodasi seperti Realestate dan Gumtree.

Adapun fasilitas lain seperti dapur, kamar mandi, dan fasilitas lain di luar kamar pribadi sifatnya dipakai dan dirawat bersama. Selain fasilitas, hal lain yang dibagi tentu saja bill (tagihan) berupa air, gas, listrik, dan internet. Berbeda dengan rent, air, gas, dan listrik biasanya ditagihkan setiap tiga bulan. Sedangkan internet biasanya setiap bulan. Namun semua ini tergantung preferensi si landlord.

Ngomong-ngomong seputar internet, jika di tempat sewaan tidak tersedia maka Anda bisa memasang sendiri dan maka dari itu bertanggung jawab penuh pada biaya pemasangan (jika ada) dan biaya pemakaian perbulan. Pemasangan internet biasanya dilakukan oleh penyedia jasa internet (misalnya TPG). Jika Anda ingin menikmati internet unlimited namun merasa tidak perlu memasangnya secara independen maka sharing internet dengan tetangga bisa menjadi pilihan ideal. Biasanya jangkauan sinyal mencapai radius beberapa meter jadi jika tetangga Anda memasang internet, tidak ada salahnya menanyakan apakah mereka senang hati untuk berbagi. Tentu saja, Anda perlu mendiskusikan kontribusi biaya bulanan setelahnya jika mereka mau berbagi.

2. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menyewa

Selain biaya sewa, yang pada dasarnya memang bervariasi, ada beberapa hal lain yang perlu dipertimbangkan. Saya mengambil contoh kasus dari pengalaman pribadi. Beda biaya sewa akomodasi disebabkan oleh fasilitas tempat itu. Jika furnished (berperabot), biasanya sewanya lebih tinggi daripada unfurnished. Jika memilih unfurnished, berarti si penyewa bertanggungjawab sendiri atas penyediaan barang-barang yang dibutuhkan misalnya kasur, meja belajar, lemari, dan lain-lain. Jika beruntung, biasanya banyak pelajar yang telah selesai studi yang berbaik hati menghibahkan barang-barangnya.

Hal lain yang saya pertimbangkan adalah jarak akomodasi dari halte (bis) atau stasiun (tram dan kereta). Tidak semua halte dan stasiun jaraknya hanya beberapa langkah dari akomodasi. Ini karena tidak semua jalan diakses oleh transportasi umum. Banyak halte dan stasiun yang membutuhkan waktu beberapa menit jalan kaki untuk menjangkaunya. Jika berencana naik kendaraan pribadi kemana-mana, maka perkara jarak tersebut di atas tidak jadi masalah.  

Beberapa kawan, termasuk saya memilih lokasi tempat bermukim berdasarkan jumlah populasi orang Indonesia yang tinggal disitu. Secara pribadi, salah satu hal yang mendorong saya adalah karena lebih mudahnya membangun komunikasi dan bersosialisasi dengan kawan seperantauan jika bertetangga. Bagi yang membawa serta pasangan dan anaknya, bermukim di area yang banyak orang Indonesianya boleh jadi membawa keuntungan lainnya, misalnya memudahkan anak dalam menemukan teman bermain setiap hari.   

Ketika pertama kali datang ke Adelaide saya tidak memutuskan menyewa tempat secara permanen seketika itu, mengingat adanya kemungkinan untuk menemukan akomodasi yang lebih baik dari segi jarak, akses transportasi, keamanan, fasilitas, dan keterjangkauan biaya sewa. Maka, menyewa tempat sementara selama sepekan atau dua pekan saya rasa adalah pilihan yang tepat. Masa ini bisa dimanfaatkan mencari tempat ideal sambil mengurus kepentingan akademik di kampus.  

    

3.  Prosedur penyewaan

Pemasaran tempat tinggal di sini dimudahkan dengan adanya teknologi informasi. Para pelaku bisnis perumahan memasarkan perumahannya melalui website. Oleh karenanya, baik untuk membeli maupun menyewa tempat tinggal, setiap yang berminat harus melalui prosedur aplikasi yang dipersyaratkan. Untuk penyewaan, prosedurnya lebih mudah.

Hal pertama yang biasanya dilakukan setelah menemukan tempat yang ideal tentu saja adalah menghubungi agen pemasaran. Biasanya agen mencantumkan tanggal kapan tempat tersebut bisa diinspeksi. Bagi yang belum datang ke Adelaide, foto-foto yang ditampilkan akan membantu dan memberi gambaran cukup jelas. Hanya saja, inspeksi langsung memang akan memberi kesan berbeda. Agen pemasaran biasanya akan hadir di tempat saat inspeksi dan membagikan formulir aplikasi bagi peminat yang datang. Perlu diingat bahwa tempat yang disukai boleh jadi diminati juga oleh orang lain.

Setelah mengisi formulir dan mengembalikannya, agen pemasaran akan menghubungi pelamar yang aplikasinya diterima. Serah terima kunci biasanya akan dijadwalkan dalam waktu yang tidak lama. Namun sebelum itu, pembayaran bond dan pembayaran unit biasanya akan dimintakan di awal. Bond ini sifatnya lebih kepada sebagai uang jaminan saja. Diakhir tenancy, bond ini akan dikembalikan, entah dalam jumlah utuh atau tidak, tergantung ada kerusakan oleh tenant di tempat tinggal itu atau tidak.  

4. Tips umum seputar tenancy.

      Di hari pertama saya menyewa unit, saya berinisiatif memotret segala sisi ruangan termasuk perabotnya. Hal ini saya lakukan dengan tujuan agar diakhir tenancy saya punya pegangan dan bukti kerusakan/ketidakrusakan yang nantinya bisa ditunjukkan kepada agen dan landlord. Pada intinya, ini untuk menghindari selisih paham terkait kondisi tempat sekaligus perabotnya sebelum meninggalkannya.

      Jika  menyewa unit dan di kemudian hari berniat menyewakan lagi (subletting) salah satu kamar unit yang tidak terpakai dengan maksud meringankan beban biaya sewa, akan lebih baik jika memberitahu agen demi menghindari pelanggaran. Biasanya subletting tidak menjadi masalah bagi agen dan landlord selama dikomunikasikan. Biasanya opsi lama tinggal di akomodasi yang ditawarkan antara tiga bulan hingga 12 bulan. namun yang peling umum 6 bulan dan 12 bulan.

      Di catatan sederhana ini hanya gambaran umum yang diberikan. Praktiknya tentu saja lebih rinci. Selamat mencari akomodasi ideal Anda.

Andi Syurganda

Awardee LPDP PK-23

One Reply to “Akomodasi Mahasiswa di Adelaide”

Leave a Reply