Agar Kuliah Berkah, Jangan Salah Langkah

Kuliah lagi? Well, ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul selain pertanyaan seperti hmmm, “Fi, kapan nikah?” Jadi, banyak opini yang mengatakan bahwa lanjut kuliah lagi adalah salah satu bentuk pelarian karena belum dapat kerja. Senyumin ajaaa 🙂 Kerja atau kuliah lagi adalah sebuah pilihan, dan setiap pilihan kita harus dan pasti tahu dong konsekuensinya apa. Sebagai anak pertama dari enam bersaudara, saya punya tanggung jawab yang sangat besar untuk adik-adik saya. Dan sebagai seorang wanita yang nantinya akan menjadi ibu, tentunya saya juga akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anak saya kelak, karena menjadi seorang ibu bukan hanya berbicara tentang memasak, mencuci dan membersihkan rumah. Lebih dari itu melibatkan peran pentingmu tentang bagaimana cara kamu berpikir, berbicara dan bertindak dalam keluargamu. Baiklah, move on yuk obrolannya, takut kebablasan curhat disini 😀

depan-kampus
Gambar 1. Di depan kampus

Merantaulah! Tentunya kata itu sudah tiak asing lagi bagi kita. Merantau tidak harus keluar negri, tapi tentunya keluar dari nagari (nagari dalam bahasa Minang yang berarti daerah). Sebagai seorang perantau yang sudah genap dua bulan berada di negri wool ini, tentunya tidak sedikit pengalaman yang datang menyapa saya. Berawal dari kali pertama dimana roda-roda koper saya menyapu daratan bandara Melbourne untuk transit menuju Adelaide yang kemudian menunggu jemputan teman-teman PPIA UoA (mas Romy dan mas Abdul) dan langsung diajakin ke kampus Adelaide yang kebetulan pada saat itu sedang berlangsung acara indogathering yang bikin gagal homesick karena disuguhi makanan Indonesia hehee. Hatur nuhun dulu lah ya buat kokinya, Shinta dan Upit 🙂 Finally, Payakumbuh-Padang-Jakarta-Melbourne-Adelaide! Akhirnya saya bisa merasakan juga apa yang namanya jet lag hehe. Biasanya cuma dengar dari lagu Simple Plan atau dari teman yang lagi jalan-jalan keluar negri.

Punya waktu dua minggu sebelum benar-benar menjadi mahasiswa, tentunya saya manfaatkan dengan liburan singkat keliling kota, mencari tahu tempat belanja murah meriah, makanan halal dan tak lupa menyempatkan selfie dulu di beberapa spot favorit bagi setiap pendatang baru, seperti di Mall’s Balls nya Rundle Mall.

adelaide-city
Gambar 2. Adelaide-city

Bagi saya, Adelaide lebih dari sekedar kota kecil yang aman, nyaman dan ramah. Dibalik itu saya yakin banyak cerita dan kenangan bagi para pelajar Indonesia khususnya yang sedang dan pernah tinggal disini. Banyak teman-teman yang sudah dan akan back for good, banyak jejak cerita yang masih membekas walau musim telah berganti dan banyak nama-nama hebat yang diperbincangkan yang belum sempat saya kenal.

Nah, sekarang kita lanjut ke obrolan awal. Kenapa kuliah lagi? Kenapa harus merantau (jauh)? Karena ada yang bilang begini, “Ngapain jauh-jauh kuliah ke luar negri tapi nanti ujung-ujungnya balik ke kampung?” Hmm, senyumin lagi yuk 🙂 Berada jauh dari tanah air bukan hanya sekedar untuk belajar dan mengetahui budaya luar. Lebih dari itu mengajarkan kita bagaimana cara bersyukur, bagaimana kita tetap berada pada koridor yang sepatutnya sesuai ajaran Islam khususnya bagi muslim. Harus tetap menjaga shalat lima waktu agar tepat waktu, istiqomah, menjauhi makanan yang haram, memiliki bekal ilmu agama yang cukup, menutup aurat bagi wanita tanpa terpengaruh dengan lingkungan baru, berbaur tapi tidak lebur, tetap berinteraksi sosial tapi tetap menjaga prinsip-prinsip ajaran Islam. “Belajar keluar negri sesungguhnya menjemput mutiara Islam yang pernah dipinjam oleh bangsa barat dulunya ketika Islam maju dengan ilmu.” Begitu kata salah satu guru yang telah membimbing saya.

week-1-di-adelaide
Gambar 3. Minggu Pertama di Adelaide

Iya, belajar diluar negeri harus memiliki pondasi agama yang kuat. Iman bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Nah, untuk mempertahankan dan membantu kita dalam ketaatan kita butuh saudara seiman yang dapat membantu dan saling mengingatkan. Carilah saudara yang baik (baik iman dan akhlaknya) dan bisa mengingatkan kita disaat kita lalai, sebisa mungkin perbanyak amalan sunnah, hati-hati dalam memilih makanan, jangan malu bertanya.

Yang paling penting kalau mau kuliah ke luar negri jangan sampai salah niat ya. Niatkan untuk belajar agar ilmunya berkah. Kalau jalan-jalan itu memang sudah jadi bonus. Makanya, jangan terlena dulu sama postingan foto-foto para perantau di luar negeri. Memang kelihatannya bahagia bisa kesana kemari, namun terkadang butuh usaha juga agar terlihat sebahagia itu didepan kamera hehe. Pada akhirnya, seberapa indah dan asyiknya kehidupan yang terbentang diluar negri, tetap nanti kamu akan sangat merindukan Indonesia 🙂

 

Cheers,

Ukhfi Thursina

Master of Education, The University of Adelaide

PK-53 LPDP

Leave a Reply