Tentang Kita, Indonesia

Hari ini, 27 Agustus 2016, ada kehangatan yang menyelimuti dinginnya musim dipenghujung winter. Bagi saya, bangun pagi kali ini terasa sangat berbeda karena ada sesuatu yang menunggu diluar sana. Bukan apa-apa, tapi memang dia sudah lama mencuri perhatian dan waktu saya selama lebih kurang sebulan ini. Namun, apa boleh buat karena ternyata dia bukan hanya milik saya. Banyak orang diluar sana yang bahkan lebih berhasrat untuk memiliki dan menjaga nama baiknya. Ya, dialah Indonesia, sang pujangga yang akan selalu kubela dan kuharumkan namanya. Jadi, ini tentang Indonesia ya, bukan siapa-siapa kok apalagi si dia 🙂

FB_IMG_1472304706342
Image 1. Prosesi Upacara Bendera

Setelah minggu lalu menggelar acara Semarak Kemerdekaan yang sukses diadakan berkat gotong royong seluruh organisasi masyarakat Indonesia di South Australia, akhirnya hari ini sampailah kami di puncak perayan kemerdekaan Indonesia yang diadakan di St. Leonard Primary School Jervois St Glenelg North, South Australia. Acara ini diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang juga dihadiri oleh Konsul Jendral RI, Bapak Yayan Mulyana, selaku inspektur upacara. Bagi saya, upacara kali ini berbeda, ada bahagia dan bangga ketika saya dan kawan-kawan lainnya dengan lantang menyanyikan lagu Indonesia Raya sembari memberi hormat pada sang merah putih di down under land ini.

Tidak hanya itu, setelah upacara bendera dibubarkan, mata kamipun dimanjakan dengan berbagai penampilan seni kebudayaan Indonesia. Berjejer juga barisan stalls jajanan nusantara yang menjadi pengobat rindu selera ini. Semuanya terlihat bahagia dengan tawa lepasnya, padahal dalam hati ada yang bergumam sambil mikir, “duh, deadline abis ini apa kabar ya?” Ayoo, siapa yang merasa? (Sambil nunjuk diri sendiri, hehehe). Oiya, kalau kata salah satu teman saya yang juga sedang berkuliah disini, “haram” hukumnya ngomongin tugas kalo lagi weekend. Well, maka dari itu ayuk kita lanjut lagi cerita tentang kebahagiaan hari ini. Bagaimana tidak bahagia, ada senyum sapa yang membuat aku dan kamu menjadi kita. Kamu, ya kamu. Ada kenangan yang akan menjadi saksi bisu cerita hari ini, yang tentunya tak akan pernah sama walau terulang diwaktu mendatang. Ada aku, kamu dan Indonesia.

IMG-20160827-WA0068
Image 2. Performance The Rancakers

Kemudian, ada satu hal lagi yang istimewa dihari ini. Saya dan teman-teman The Rancakers menampilkan tarian tradisional dari Minangkabau yang bernama Tari Rantak. Gerakan pada tarian ini terinspirasi dari pencak silat yang mana hentakan kaki para penari selaras dengan ketegasan dan ketajaman gerakan. Ini adalah penampilan pertama setelah lebih kurang sebulan lamanya kami latihan bersama. Perbedaan budaya dan daerah asal para penari bukan menjadi penghalang bagi kami untuk memperkenalkan tarian ini di South Australia. Dengan bermodalkan nekat dan otodidak, akhirnya tarian ini dapat menghibur para pengunjung. Semoga terhibur ya 🙂

IMG20160827140020
Image 3. Personil The rancakers
IMG-20160827-WA0048
Image 4. Personil The Rancakers

 Ternyata, 71 tahun kemerdekaan Indonesia mengantarkan kami pada indanya ukhuwah para perantau yang berada di negri kangguru ini. Rasanya tak akan cukup ungkapan rasa haru tertuang dalam tulisan ini. Masih akan ada cerita tentang kita, Indonesia. Masih panjang waktu yang harus kujalani disini tanpa sosok nyatamu, Indonesia. Namun, sejauh apapun itu jarak kita, ketika ku menengadah keatas dan menatap birunya langit, aku tenang karena kita masih berada dibawah langit yang sama. Sabarlah, kujemput dulu apa yang seharusnya kujemput disini, kunikmati dulu rasa cinta dan rinduku yang besar saat jauh darimu ini. Kau tahu, masih ada tanggung jawab besar dipundakku, untukmu Indonesia. Terimalah salam kemerdekaan dari perantauan ini. Datanglah lagi agar tak sunyi hati kami disini. Ingatkan kami agar sudi diri ini ‘tuk kembali, kemudian mengabdi dan berbakti pada bumi pertiwi.

Selamat hari kemerdekaan ke 71 Indonesiaku..

Salam rindu dari negeri kangguru.

 

Ukhfi Thursina

Awardee LPDP PK 53

Leave a Reply