Bukan Sekedar Buka Puasa Bersama: Inspirasi Dari Awardee LPDP Adelaide

Buka Puasa

Ada yang spesial pada acara buka puasa berasama kali ini. Bukan karena menunya yang lezat, bukan juga karena tempatnya yang khas, tetapi lebih kepada “dengan siapa” berbuka puasa bersama. Jangan salah menebak. Ini bukan tentang hal yang romantis, tetapi lebih dari sekedar romantis. Ini tentang ikatan emosional segelintir anak bangsa yang bernasib mujur, dibiayai sekolah oleh negaranya. Tentang berkumpulnya awardee LPDP Adelaide, generasi harapan bangsa. Semoga.

Hari minggu, 28 Juni 2016. Awardee LPDP Adelaide mengadakan acara buka puasa bersama di Café Gembira, salah satu café milik orang Indonesia di Adelaide. Bagi saya, ini bukan hanya sekedar acara berkumpul biasa. Kelihatannya sangat sederhana, berbagi canda dan tawa, bercerita pengalaman dan banyak hal lainnya, tetapi di balik itu ada pelajaran berharga dari cerita pengalaman setiap orang di dalamnya.

Acara kumpul seperti ini mungkin sudah sangat sering kita lakukan dengan komunitas atau organisasi tempat kita terlibat. Tetapi yang membedakannya dengan acara kumpul LPDP adalah saat kita sedikit banyak membahas Indonesia. Tidak jarang sekali pembahasan ini berujung pada kalimat motivasi bersama yang kurang lebih redaksinya seperti ini, “Itu kenapa Indonesia mengutus kita untuk belajar, kita yang akan menjadi lokomotif perubahan untuk bangsa Indonesia.” Kalimat ini adalah bentuk kesadaran para awardee LPDP dalam mendefinisikan “siapa” dirinya dan “apa” yang bisa dilakukannya untuk Indonesia. Pemikiran visioner inilah yang tentunya menjadi ekspektasi negara mengutus kita belajar di luar negeri.

Hal lain yang membuat saya takjub setiap kali berkumpul dengan awardee LPDP adalah tentang keberagaman “kita”. Berasal dari berbagai daerah yang tersebar dari ujung barat sampai timur Indonesia. Pada saat berkenalan, kita seringkali melanjutkan perkenalan dengan pertanyaan-pertanyaan yang bermaksud untuk menggali informasi tentang daerah yang disebutkan oleh teman berbicara. Kemudian, dengan semangat mereka akan menceritakan hal-hal unik dan khas tentang daerahnya masing-masing. Seringkali hal-hal seperti membuat kita berdecak kagum. Pada saat seperti ini, kita tidak sadar kalau sedang menambah rasa kagum kepada kekayaan budaya, adat istiadat dan nilai-nilai sosial yang ada di Indonesia. Rasanya ada sebuah kebangkitan semangat nasionalisme yang tumbuh setelah mendapat cerita tentang kekayaan-kekayaan budaya itu dan mengenal setiap orang dari berbagai daerah di Indonesia. Kita tidak merasa sendirian lagi untuk berjuang. Kita punya teman untuk memikirkan masa depan Indonesia. Sekali lagi, ini yang membuat acara kumpul dengan awardee LPDP begitu khas dan menakjubkan.

Melanjutkan cerita tentang makan-makannya, kami memesan menu yang sangat variatif. Walaupun ini momentum buka bersama bagi umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, tetapi teman-teman dari non muslim juga menghadiri acara tersebut dan saling menghormati satu dengan lainnya khususnya pada saat ibadah shalat tiba. Lagi-lagi ini menunjukkan sebuah potret toleransi beragama yang luar biasa. Saya tidak pernah membayangkan kasus-kasus pembakaran rumah ibadah di Indonesia seandainya satu sama lain saling menghargai hak masing-masing dan kewajiban masing-masing khususnya dalam beragama dan menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan kita. Semoga potret “kekeluargaan” yang tercermin dalam keluarga awardee LPDP dimanapun berada menjadi sebuah modal awal untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Salam awardee LPDP Adelaide!

 

Soni Ariawan

Mahasiswa Master of Education University of Adelaide

Leave a Reply